Selasa, 25 Mei 2010

BIBIT STRAWBERY DARI SULUR

Gambar 1: Bibit srawbery dari sulur tanaman induk

Selain dari benih, tanaman strawbery juga bisa di kembangbiakan dengan sulurnya. Sulur adalah bagian vegetatif tanaman yang dapat di kembangbiakan menjadi tanaman baru. Sulur tumbuh dan memanjang dari pangkal batang utama tanaman strawbwry.
Lama tanaman yang dapat menghasilkan sulur antara 3 bulan setelah tanam atau setelah tanaman menghasil buah pertama habis di panen.
Umur sulur strawbery, hingga menjadi anakan (tanaman baru/bibit) kira-kira 2-3 minggu,dari sulur tersebut. Pada ruas-ruas sulur akan tumbuh anakan di setiap ruasnya hingga menghasilkan 3-5 di setiap satu sulurnya. Bibit dari sulur sama dengan induknya sehingga dapat menjaga generasi tanaman.
Cara pengembangbiakan dengan sulur. Seperti tanaman yang mempunyai sulur lainnya sulur di pelihara hingga menjadi tanaman dewasa dan di potong untuk di budidayakan, dalam satu tumbuhan tanaman dewasa strawbery akan menghasilkan/ mengeluarkan 3-5 sulur, dalam satu sulur tumbuh anakan pada setiap bukunya/ruasnya hingga 3-4 anakan hingga jumlah yang di hasilkan tanaman utama strawbery adalah 15-20 anakan yang siap di kembangkan.
Anakan yang sudah berakar bagian dasarnya/ pangkalnya di taruh di permukaan tanah agar akar dapat berkembang, fungsi akar adalah untuk mengambil unsur hara dan mengokohkan bibit stawbery tersebut.
Bibit yang sudah kokoh dapat di pisahkan dengan memotong sulur yang menghubungkan tanaman utama dengan bibit baru, pemotongan sulur di lakukan apabila akar sulur sudah kokoh dan dapat menopang kehidupannya sendiri/atau jumlah daunnya 6 helai dan anakan kedua( pada ruas kedua) sudah berakar dan mulai masuk ke dalam tanah serta dapat menyerap makanan.Pemotong sulur dilakukan di dekat pangkal batang bibit baru, tetapi pada sulur yang menghubungkan bibit 1 dan 2 jangan di potong dulu sampai bibit benar-benar kokoh begitu seterusnya pada sulur sulur yang lain.
HPT
Hama yang sering menyerang bibit sulur baru adalah hama kutu daun aphid sp.
Biasanya hama menyerang pada pucuk daun muda sehingga dapat menyebabka kerusakan yang sangat parah apabila tidak di lakukan pengendalian. Untuk pengendalian biasannya dilakukan dengan memotong tanaman yang terserang dan membuang daun yang terserang hama atau bisa juga membuang hamanya saja apabila tidak terlalu banyak.
Serangan hama kutu daun sangat berbahaya apabial tidak sedini mungkin di amati dan di cegah. Seringkali serangan mencapai ambang ekonomi oleh karena itu perlu adanya pengendalian dengan kimia apabiala memungkinkan sesuai anjuaran.
Selain aphid, strawbery juga sering di serang juga oleh hama belalang hijau, belalang hijau merusak daun hingga dapat mengganggu fotosintesis. Untuk pengendalian seperti halnya pada kutu daun yaitu mengumpulkan dan memushkannya, penggunaan pestisida pada serangan berat.
Gambar 2: Tanaman yang terserang oleh hama aphid sp
Gambar 3: decis 2,5 EC, pestisida yang di gunakan untuk mengendalikan hama aphid sp


Gambar 4: Bunga tanaman srawbwry dari biakan sulur
Gambar 5 : buah stawbery yang terserang burung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar