Selasa, 25 Mei 2010

oleh: adi_surya
kulihat temanku.....
hidupnya tak terurus
tubuhnya begitu kurus
kutannya temanku itu....
mengapa?kenapa?apa sebabnya? karena apa?
di hanya menjawab " aku kesepian"..
jawabanya begitu singkat dan ketakutan.
awalnya ku abaikan jawaban itu
awalnya ku anggap angin lalu jawaban itu
hingga ku temukan hikmah dari peristiwa itu
yaitu" PEMAKAI NARKOBA BERAWAL DARI KESEPIAN, TAPI YANG LEBIH MENAKUTKAN
  NARKOBA ATAU KESEPIAN ITU "..
adi_surya
 KOLOM NASIHAT

Umar bin Khattab berkata:
" apabila kamu merasa letih karenas berbuat kebaikan,
  maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang
  dan kebaikan yang akan terus kekal......
  dan sekirannya kamu bersenang-senang dengan dosa,
  maka sesungguhnya kesenagan itu akan hilang
  dan dosa yang di lakukan akan terus kekal"
BIBIT STRAWBERY DARI SULUR

Gambar 1: Bibit srawbery dari sulur tanaman induk

Selain dari benih, tanaman strawbery juga bisa di kembangbiakan dengan sulurnya. Sulur adalah bagian vegetatif tanaman yang dapat di kembangbiakan menjadi tanaman baru. Sulur tumbuh dan memanjang dari pangkal batang utama tanaman strawbwry.
Lama tanaman yang dapat menghasilkan sulur antara 3 bulan setelah tanam atau setelah tanaman menghasil buah pertama habis di panen.
Umur sulur strawbery, hingga menjadi anakan (tanaman baru/bibit) kira-kira 2-3 minggu,dari sulur tersebut. Pada ruas-ruas sulur akan tumbuh anakan di setiap ruasnya hingga menghasilkan 3-5 di setiap satu sulurnya. Bibit dari sulur sama dengan induknya sehingga dapat menjaga generasi tanaman.
Cara pengembangbiakan dengan sulur. Seperti tanaman yang mempunyai sulur lainnya sulur di pelihara hingga menjadi tanaman dewasa dan di potong untuk di budidayakan, dalam satu tumbuhan tanaman dewasa strawbery akan menghasilkan/ mengeluarkan 3-5 sulur, dalam satu sulur tumbuh anakan pada setiap bukunya/ruasnya hingga 3-4 anakan hingga jumlah yang di hasilkan tanaman utama strawbery adalah 15-20 anakan yang siap di kembangkan.
Anakan yang sudah berakar bagian dasarnya/ pangkalnya di taruh di permukaan tanah agar akar dapat berkembang, fungsi akar adalah untuk mengambil unsur hara dan mengokohkan bibit stawbery tersebut.
Bibit yang sudah kokoh dapat di pisahkan dengan memotong sulur yang menghubungkan tanaman utama dengan bibit baru, pemotongan sulur di lakukan apabila akar sulur sudah kokoh dan dapat menopang kehidupannya sendiri/atau jumlah daunnya 6 helai dan anakan kedua( pada ruas kedua) sudah berakar dan mulai masuk ke dalam tanah serta dapat menyerap makanan.Pemotong sulur dilakukan di dekat pangkal batang bibit baru, tetapi pada sulur yang menghubungkan bibit 1 dan 2 jangan di potong dulu sampai bibit benar-benar kokoh begitu seterusnya pada sulur sulur yang lain.
HPT
Hama yang sering menyerang bibit sulur baru adalah hama kutu daun aphid sp.
Biasanya hama menyerang pada pucuk daun muda sehingga dapat menyebabka kerusakan yang sangat parah apabila tidak di lakukan pengendalian. Untuk pengendalian biasannya dilakukan dengan memotong tanaman yang terserang dan membuang daun yang terserang hama atau bisa juga membuang hamanya saja apabila tidak terlalu banyak.
Serangan hama kutu daun sangat berbahaya apabial tidak sedini mungkin di amati dan di cegah. Seringkali serangan mencapai ambang ekonomi oleh karena itu perlu adanya pengendalian dengan kimia apabiala memungkinkan sesuai anjuaran.
Selain aphid, strawbery juga sering di serang juga oleh hama belalang hijau, belalang hijau merusak daun hingga dapat mengganggu fotosintesis. Untuk pengendalian seperti halnya pada kutu daun yaitu mengumpulkan dan memushkannya, penggunaan pestisida pada serangan berat.
Gambar 2: Tanaman yang terserang oleh hama aphid sp
Gambar 3: decis 2,5 EC, pestisida yang di gunakan untuk mengendalikan hama aphid sp


Gambar 4: Bunga tanaman srawbwry dari biakan sulur
Gambar 5 : buah stawbery yang terserang burung.

Sabtu, 06 Maret 2010

sebuah inspirasi

7:22 AM 2/24/2010
ALAILA
dulu, aku punya segalanya
dulu, hidupku begitu perkasa
kini, semuanya tak berharga
kini, hanya ada derita
kini, keluarga kita meratap dan luka
inginku, kawan jangan jatuh pada lubang yang sama
inginku, teman hargailah alam sekitar kita
agar sobat jaga alam sekitar kita tetap terjaga
agar sahabat tidak ...menderita seperti hamba yang begitu bodohya
merusak alam tanpa berfikir akibatnya
merusak hutan untuk kepuasan sesaat saja
marilah kita jaga alam kita
marilah kita jaga hutan kita
untuk mencegah berita duka
untuk kelangsungan generasi penerus kita
semuanya pasti ikut bahagia

malang, 24 pebruari 2010

..............................

soeryadhie

penulis terinspirasi oleh peristiwa longsor di bandung,jawa barat tanggal 24 pebruari 2010

Rabu, 22 Juli 2009






Taman Nasional Tanjung Puting
Kabupaten Seruyan - Kalimantan Tengah - Indonesia
Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting



Rating : 3.3 (4 pemilih)
A. Selayang Pandang

Taman Nasional Tanjung Puting awalnya adalah Suaka Margasatwa Tanjung Puting yang ditetapkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada tanggal 13 Juni 1936 dengan luas wilayah 305.000 hektar. Oleh Pemerintah Hindia Belanda, kawasan ini dijadikan sebagai tempat perlindungan orangutan (pongo pygmaeus) dan bekantan (nasalis larvatus).

Selanjutnya, pada tanggal 12 Mei 1984 Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Kehutanan, menetapkan Tanjung Puting sebagai taman nasional dengan luas wilayah menjadi 300.040 hektar. Pada tahun 1996, melalui SK Menteri Kehutanan No. 687/kpts-II/96 tanggal 25 Oktober 1996, luas kawasan Taman Nasional Tanjung Puting bertambah menjadi 415.040 hektar yang terdiri atas Suaka Margasatwa Tanjung Puting 300.040 hektar, hutan produksi 90.000 hektar, dan kawasan daerah perairan sekitar 25.000 hektar.

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi yang penting untuk melindungi satwa langka seperti orangutan, bekantan, owa-owa, kelasi, dan lain-lain. Kawasan yang oleh UNESCO ditetapkan sebagai paru-paru dunia (cagar biosfer) ini termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, dan hutan pantai. Kawasan ini mempunyai topografi datar sampai sedikit bergelombang dengan ketinggian 0—100 m dpl (di atas permukaan laut). Secara umum tipe iklimnya termasuk tropika basah dengan curah hujan rata-rata 2.400 mm per tahun dan memiliki kelembaban yang tinggi.
B. Keistimewaan

Taman Nasional Tanjung Puting adalah kawasan hutan yang memiliki beberapa tipe ekosistem, yaitu ekosistem hutan tropika dataran rendah, ekosistem hutan tanah kering (hutan kerangas), ekosistem hutan rawa air tawar, ekosistem hutan rawa gambut, ekosistem hutan bakau atau mangrove, ekosistem hutan pantai, dan ekosistem hutan sekunder. Di taman nasional dengan berbagai jenis ekosistem tersebut, pengunjung dapat menyaksikan kekayaan alam yang luar biasa, baik itu kekayaan flora maupun faunanya.

Kekayaan flora di Taman Nasional Tanjung Puting meliputi tumbuh-tumbuhan seperi meranti (shorea sp.), ramin (gonystylus bancanus), jelutung (dyera costulata), gaharu, kayu lanan, keruing (dipterocarpus sp), ulin (eusideroxylon zwageri), tengkawang (dracomentelas sp.), nipah (nypa fruticans), dan lain-lain. Sementara untuk tumbuhan lapisan bawah hutan terdiri dari jenis-jenis rotan dan permudaan/anakan pohon.

Sedangkan kekayaan faunanya meliputi jenis mamalia, reptilia, dan burung.
Mamalia: Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dihuni oleh sekitar 38 jenis mamalia. Tujuh di antaranya adalah primata yang cukup dikenal dan dilindungi, seperti orangutan (pongo pygmaeus), bekantan (nasalis larvatus), owa-owa (hylobates agilis), dan beruang madu (helarctos malayanus). Jenis-jenis mamalia besar seperti rusa sambar, kijang (muntiacus muntjak), kancil (tragulus javanicus), dan babi hutan (sus barbatus) juga dapat dijumpai di kawasan ini. Bahkan, beberapa jenis mamalia air seperti duyung (dugong-dugong) dan lumba-lumba dilaporkan pernah terlihat di perairan sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Reptilia: Beberapa jenis reptil dapat ditemukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, termasuk di antaranya buaya sinyong supit (tomistoma schlegel), buaya muara (crocodilus porosus), dan bidawang (trionyx cartilagenous).
Burung: Tercatat lebih dari 200 jenis burung yang hidup di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Salah satu jenis burung yang ada di kawasan ini, yaitu sindang lawe (ciconia stormi) yang termasuk jenis 20 burung terlangka di dunia. Tanjung Puting juga merupakan salah satu tempat untuk semua jenis koloni burung “great alba” seperti egreta alba, arhinga melanogaster, dan ardea purpurea.
C. Lokasi

Taman Nasional Tanjung Puting terletak di Kecamatan Kumai di Kotawaringin Barat dan di Kecamatan Hanau serta Seruyan Hilir di Kabupaten Seruyan, Propinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.

D. Akses

Cara terbaik menuju Taman Nasional Tanjung Puting adalah melalui Kecamatan Kumai. Jika pengunjung memilih jalur laut, Kumai dapat diakses dengan menggunakan kapal laut PELNI (Krakatau, Bukit Raya, dan Lawit) yang berangkat dari Semarang, Surabaya, dan Banjarmasin, dua kali seminggu. Namun, jika ditempuh melalui jalur udara, pengunjung harus singgah terlebih dahulu di Pangkalan Bun, Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat. Sebab, hanya di Pangkalan Bun inilah terdapat bandar udara yang menghubungkan dengan kota-kota seperti Ketapang, Palangka Raya, Sampit, Banjarmasin, dan Semarang. Dari kota-kota tersebut, penerbangan menuju Pangkalan Bun rata-rata satu kali dalam sehari. Setelah sampai di Pangkalan Bun, perjalanan ke Kumai dapat ditempuh dengan menggunakan taksi umum atau taksi carteran.

Setelah sampai di Kumai (baik itu menggunakan jalur udara maupun laut), terdapat beberapa rute perjalanan untuk menuju Taman Nasional Tanjung Puting. Dengan menggunakan klotok atau speed boat, pengunjung dapat memasuki kawasan taman nasional ini dari beberapa pintu masuk yang berbeda berdasarkan rute yang telah dipilih, antara lain:
Kumai—Tanjung Harapan (20 km), membutuhkan waktu sekitar 0,5 jam dengan ongkos perjalanan sebesar Rp 4.000—5.000 per orang.
Kumai—Pondok Tanggui (30 km), membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan ongkos perjalanan sebesar Rp 8.000—10.000 per orang.
Kumai—Camp Leakey (40 km), membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan ongkos perjalanan sebesar Rp 12.000—15.000 per orang.
Kumai—Natai Lengkuas (40 km), membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan ongkos perjalanan sebesar Rp 12.000—15.000 per orang (April 2008).
E. Harga Tiket

Dalam konfirmasi.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, terutama di Kecamatan Kumai dan Pangkalan Bun terdapat sarana akomodasi dan fasilitas seperti: hotel/losmen (memasang tarif rata-rata Rp 10.000—Rp 75.000/malam), rumah makan, masjid, wisma tamu, wisma peneliti, menara pandang/pengamat, shelter (tempat peristirahatan), jalan setapak, speed boat/klotok, dan lain-lain.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting dengan waktu lebih dari 1 hari, terdapat hotel/rumah penginapan di Desa Tanjung Harapan, di tepi Sungai Sekonyer. Tarif kamarnya bervariasi, mulai dari Rp 300.000—Rp 500.000/malam (April 2008). Namun, bagi wisatawan yang tidak ingin menginap di hotel, ada alternatif lain, yaitu menginap di wisma tamu Taman Nasional Tanjung Puting, yang memiliki kapasitas 10 orang dan di camping ground yang menyediakan 5 buah tenda, atau menginap di klotok yang disewa.

(Afthonul Afif/mw/13/04-08)
__________

Sumber foto: picasaweb.google.com - Phyllis
Dibaca 3.017 kali
^^ Kembali ke atas
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan komentar anda/////